|
Hidup ini
|
|
Tuesday, 16 March 2010 |
|
Aku akan selalu berusaha bisa mensukuri dan puas akan hal-hal kecil yang kudapat. Karena aku mengerti... Sesungguhnya tak ada hal yang cukup besar hingga dapat memuaskan kita kecuali hal-hal kecil yang telah berhasil kita kumpulkan dengan penuh rasa terimakasih dan rendah hati.... ~arievianza
|
|
|
Hidup ini
|
|
Saturday, 21 March 2009 |
Kisi kisi ruang hati...
Berkelebat warna warna molekmu
Terusik aku oleh bisik surgamu
Aroma itu... Aroma yang dekat dan dalam
Aku takut, tapi tetap kuhirup
Di mana aku? Di mana aku saat ini?
Hembus nafas ditelingaku sebelum kata cinta
Tombak pesona hujam hati, sakit bahagia
Suara itu... Tawa bahagia yang meluluhku
Kupapar bayangmu, walau ku tau sakit
Ada apa denganku? Ruang apa lagi ini?
Belai belai pembunuh sepi
Jari jari penopang goyah
Helai helai kasih pembungkus hati
Semua indah melintas dan jelas
Tak terasa tergores senyum
Senyum hati yang dihuni cinta
Gemuruh hujan seketika bangunkan aku..
Dingin merinding menusuk aku menggigil
Ini bukanlah Nyata!
Senyata sebuah Dusta!
Yang telah kemudian aku tau.
Tapi... pagi ini yang buta
Satu serpihan besar hatiku masih dalam belenggu
Ruang kenangan tertatah teramat dalam penuh goresan
Rantai belati lukai dan belit langkahku
Aku tak mau ini!
Aku tak mau lagi!
Jangan lagi datang datang
Pergilah kau bayang bayang
Aku tak butuh ini!
Aku tak butuh kamu!
Cukup!
Lembut dan kasihku tak ada lagi
Kepingan ini terbuang dan sendiri
Aku berdiri dan menengadah pasti
Aku robek helai bayang indahmu
Aku patahkan tombak racun pesonamu
Aku cabut dan biarlah remas menganga
Aku bakar tetes tetes sumpahmu yang palsu!
Kisi kisi ruang hati...
Kau dan kepalsuanmu tak layak lagi di sini
Kau dan ragu yang abadi tak akan punya tempat
Kau lihat...
Aku dan kemurnianku kemudian benderang
Kau, masih saja melarikan diri dari itu semua
Ingkari kedewasaan yang bebanimu dengan tanggung jawab
Berputar jemu tak berkesudahan mencari ke akhir waktu
Kisi kisi ruang hati...
Tak akan ada lagi peluk bagi sepimu
Dan juga genggam penopang limbungmu
Tak ada lagi yang akan ada untukmu
Menangkapmu saat kau jatuh
Dan yang mengasihimu seperti aku.
Aku penuh luka, tapi masih kuberdiri.
Aku tak cintai kamu. Tak lagi.
Damailah sudah.
Aku pergi.
Sabtu 21 Maret 2009, 3:17:27
|
|
|
Hidup ini
|
|
Saturday, 21 March 2009 |
|
dan malam duka, membalut luka
di ruang lara, kutangkap nada...
nada nadaku menjahit duka
dari tari tarimu menyayat hati
nada nadaku hidupkan asa
dari khianat cinta cambuk derita
nada nadaku tawarkan bara
dari mulutmu jahanam berbisa
nada nadaku tegakkan aku
nada nadaku bangunkan aku
mengalir deras bersemi mimpi
mengalun indah memeluk hati
nada nadaku membunuh kamu
nada nadaku musnahkan kamu
nada nada surga selimuti aku
ambil saja neraka jadi milikmu
nada nada surga membawa anugerah cinta...
yang kaurenggut, kaubunuh, dan hampir mati
-
redup dan lagi hidup
tak akan kubiarkan mati
sujudlah wahai kamu sujud
sebelum durhaka merenggut segalamu
nada nadaku goreskan senyum di wajahku
nada nadaku, tak pernah lagi ada kamu
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 13 dari 25 |